Artikel Baru
You are here: Home » Food Combining » Kultweet Erikar Lebang » Fakta di Balik Yoghurt – by @erikarlebang
Fakta di Balik Yoghurt – by @erikarlebang

Fakta di Balik Yoghurt – by @erikarlebang

Barusan ada temen laporan, perutnya terasa melilit pasca buka puasa. Kayak keram dan kembung, pas BAB, buang angin banyak dan diare

Dia agak semi komplain, katanya sudah sahur buah. Dan berbuka juga dengan buah serta air putih. Reaksi saya? Seperti biasa gak percaya

Cuma saya diem aja, sepintas seperti gak membahas. Percuma, kalau diinterogasi, pasti banyakan ngelesnya. Jatuhnya gak valid keterangan dia

Dia agak keki, karena saya dianggap gak tanggung jawab. Ngomel, tetep saya cuekin. Malah bahas makanan lain, tajil umum untuk berbuka.

Sebenarnya itu pancingan saya Kalau gasnya diumbar, biasa remnya blong. Kebiasaan aslinya keluar sendiri. Segala macem tajil dibahas

Kalau diinterogasi seputar pasti dia defensif sendiri. Yang gak dikerjain, diaku. Yang dikerjain, gak diaku

Eh bener, pancingannya kena dan gak pake lama. Pas ngomongin tajil yang dilengkapi susu, keluar omongannya “Ah, kan kata elu gak bagus!”

“Gue gak pernah minum susu lagi, kecuali yoghurt. Beberapa hari ini gue rutinin, tiap sahur sama buka” DAR!!!

Yoghurt pabrikan pulak.. Lah emang iklannya: “Sebotol saat bersahur & berbuka”. Hehe, saya cuma ketawa aja. I used to make the same mistake

Saat pemula saya termakan propaganda yoghurt itu sehat, karena proses pengasamannya telah memecah kasein dan laktosa susu

Akhirnya dua unsur yang paling buat susu binatang sulit dicerna, menjadi gampang diterima tubuh. Saya kira yoghurt jadi format susu berguna

Semua berhenti saat membaca paparan Dr. Hiromi Shinya, world best gastroenterologist, ilmu kedokteran terkait sistem cerna. Kerjaan dia sih

Berbeda dari ahli serupa, Dr. Shinya fokus ‘meneropong’ isi perut manusia via kamera endoskopi-kolonoskopi, 370.000 manusia selama 50 tahun!

Salah satu paparannya: “Gak ada manusia rutin minum yoghurt yang karakter ususnya bagus” Organ yang jadi katalis kesehatan, ya sudah

Siapa gue mau lawan temuan Dr. Shinya?

Kenapa yoghurt dikira sehat? Selain kayak saya bilang tadi. Dr. Shinya mengatakan sifat dasar susu pemicu diare pada yoghurt gak berubah

Konsumer yoghurt sering menceritakan mudahnya mereka ‘ke belakang’ pasca minum yoghurt. Mirip kan dengan keluhan teman saya, diare

Bagaimana dengan bakteri sehat dalam yoghurt? Itu kan kata iklan. Pada prinsipnya keseimbangan bakteri sudah ada dalam usus sendiri

Gak semudah itu minum sesuatu lalu ngarep bakteri baik nambah sendiri. Lagian bakteri sendiri ‘disaring’ di lambung, dibunuh-bunuhin

Saya pernah buat kultwit tentang bakteri baik, netral dan jahat. Browse aja. Disana akan ketahuan, bagaimana cara memelihara bakteri baik ? (Kultweet Laktobasillus)

Gak semudah itu bakteri baik di yoghurt nyampe di usus dan turut jadi ‘tentara’ bakteri baik di sana. Yang pasti dia lebih banyak nyusahin

Temen saya bengong waktu dipaparkan itu. “Tapi kan…” lalu dia memaparkan anu dan anu “Ya udah, percaya sukur, gak percaya derita elu”

Demikian kibulan ini, suka sukur gak suka unfollow. Gak follow bawel? Sarapan buah diare? Ya udah buah laen aja. Buah..pak satpam

 

About Uni Wiwied

Perempuan dan Seorang Istri yang sedang belajar menjadi Enterpreneur, punya usaha membuat Web Marketing, Distro Motor dan Clothing Senang explorasi dengan Canon EOS nya dan sedang belajar hidup sehat dengan Food Combining

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.