Artikel Baru
You are here: Home » Food Combining » Kultweet Erikar Lebang » Kondisi Usus Besar dan Food Combining – by @erikarlebang
Kondisi Usus Besar dan Food Combining – by @erikarlebang

Kondisi Usus Besar dan Food Combining – by @erikarlebang

Bagaimana kondisi Usus Besar kita sebenarnya ya ?
Mengapa sakit yang kita alami apabila Usus Besarnya sehat maka tubuh juga akan sehat ?
Apa ya hubungan Food Combining dengan Kondisi Usus Besar ?

Silahkan simak Kultweet berikut :

Kemarin beberapa bercerita tentang pengalaman saat melakukan #foodcombining pertama kali, diantisipasi tubuh dengan proses BAB yang aneh

Ada yang melaporkan BAB jadi 2-3 kali sehari, tapi tidak diare (walau ada juga yang diare). Ada yang berbau menyengat beragam #foodcombining

Prinsipnya mereka terkejut dengan kondisi BAB yang demikian. Sebagian besar bercerita terbiasa sembelit, sebagian tidak #foodcombining

Penyebab bisa dari apa yang dimakan, kualitas unsurnya serta perlakuan cara makan buruk kita yang menyebabkan itu semua #foodcombining

Apa yang dimakan, semisal menu yang melulu didominasi protein hewani yang cenderung berbentuk solid di saluran pencernaan #foodcombining

Akibat wujud yang solid, ia membuat saluran cerna yang seharusnya mendorong makanan agar diproses di tiap sektor, kesulitan #foodcombining

Selain tidak terserap benar, makanan masih solid itu mendarat di tempat pembuangan terakhir, usus besar, dalam wujud buruk #foodcombining

Akibat wujud yang masih belum tercerna benar itu, usus besar kesulitan mendorong keluar, ia harus mengejan keras #foodcombining

Bila ini berlangsung terus, dinding sistem cerna akan alami perubahan karakter. Bandingkan usus sehat #foodcombining

usus sehat

Dengan kondisi usus besar yang terus menerus mengejan (diverticulosis) Perhatikan dinding ototnya #foodcombining

usus mengejan

Ini kondisi dalam tingkatan ekstrim, perhatikan tumpukan kotoran yang mengeras di sepanjang dinding #foodcombining

usus ekstrim

Tidak saja karakter dinding sistem cerna yang berubah serta rentan alami kerusakan. Tapi juga penumpukan kotoran sulit buang #foodcombining

Berikut contoh usus besar dalam kondisi tersebut. Ini sudah lewat proses puasa dan pemberian pencahar #foodcombining

usus kotoran

Bayangkan bila dengan bantuan puasa serta pencahar seperti itu, bagaimana buruknya kondisi usus besar mereka sehari-hari? #foodcombining

Pelaku #foodcombining belajar mengkonsumsi cara makan benar, berdasar: Apa yang dimakan? Bagaimana cara makan? Kapan waktu makan?

Pelaku #foodcombining akan mengkonsumsi makanan berguna, segar, kaya unsur hara, berserat, yang intinya berkualitas, sesuai kebutuhan tubuh

Pelaku #foodcombining minimalisir pemicu sembelit. Tinggi protein, prosesan, minuman manis-soda-kopi-teh-susu (apalagi) alkohol dan sejenis

#foodcombining juga mempelajari cara makan yang benar, mengunyah dengan baik, waktu minum baik, padu padan unsur makanan yang juga baik

Waktu makan pun dikelola benar oleh pelaku #foodcombining. Sesuai dengan ritme cerna tubuh, semisal sarapan buah agar tidak bebani sistem

Itulah sebab diawal pelaku #foodcombining sering menemukan kondisi mereka BAB secara terus menerus dalam berbagai macam bentuk

Perbaikan sistem cerna bukan hal mustahil, Anda tidak perlu lakukan operasi mengangkat usus besar, cukup ubah pola makan saja #foodcombining

Berikut contoh hasil perbaikan pola makan dalam waktu tiga bulan saja. #foodcombining bisa menjadi acuan

usus perbaikan

Demikian kibulan pagi ini. Suka sukur, gak suka unfollow! Gak follow bawel? Saat sedang cuci mobil, pinjam selangnya, cuci usus besar Anda!

About Uni Wiwied

Perempuan dan Seorang Istri yang sedang belajar menjadi Enterpreneur, punya usaha membuat Web Marketing, Distro Motor dan Clothing Senang explorasi dengan Canon EOS nya dan sedang belajar hidup sehat dengan Food Combining

2 comments

  1. Bagaimana dengan protein hewani dari ikan laut? Apakah kalau sering dikonsumsi akan berakibat kurang baik meski dalam proses pemasakannya dengan cara dikukus?

    • sama aja pak, kita justru harus lebih berhati-hati dengan ikan laut, saya kutip dari komen Erikar Lebang ya

      Karena sifat predatornya, semakin besar ikannya, semakin banyak ia berpotensi mengkonsumsi ikan lain. Maksudnya, ia berpotensi juga membawa efek buruk yang dari tubuh ikan lain, dalam hal ini mercuri, semisal

      Ada juga yang menganggap ikan itu protein hewani netral, seperti sayur. Itu asumsi yang sangat salah. Walau tidak seberat daging merah, unggas, protein hewani pada ikan ya tetap protein hewani, yang tidak mudah diurai menjadi asam amino dan dirangkai kembali oleh tubuh agar sesuai kebutuhan. Kelebihan ikan, lebih terletak pada suhu tubuh yang lebih rendah dari manusia. Sehinggga lemaknya tidak mudah membeku dalam aliran darah kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.