Artikel Baru
You are here: Home » Food Combining » Kultweet Erikar Lebang » Puasa Agama vs Puasa Langsing
Puasa Agama vs Puasa Langsing

Puasa Agama vs Puasa Langsing

Puasa keagamaan ya jangan disamakan dengan asal puasa karena kepingin langsing lah. Beda banget konsepnya

Puasa untuk sehat pun gak bisa disamakan dengan puasa asal langsing juga. Konsep dan tujuannya pun berbeda total

Tapi puasa keagamaan melenceng dari tujuan puasa yang sebenarnya menyehatkan pun bisa. Ya lihat aja budaya sahur rakus dan berbuka ngamuk

Puasa sehat jadi salah kaprah pun sangat umum terjadi. Umumnya karna pemahaman puasa yang terdefiasi oleh niat melangsingkan tubuh

Puasa keagamaan yang berefek negatif karena dilakukan salah bisa dilihat dari kasus meningkatnya pasien gawat darurat saat hari akhir puasa

Problem lambung, gangguan kolesterol, sampai penyumbatan koroner jantung umum ditemui sebagai imbas puasa keagamaan yang dilaku salah

Jawaban sederhana dari itu semua bisa dilihat dari konten makanan dan cara makan yang menyertai ritual puasa keagamaan tadi

Makanan terlalu manis serta asin, makanan tinggi lemak, teroksidasi parah, prosesan tinggi yang terkait selera, jelas merupakan biang keladi

Demikian juga dengan puasa sehat bertanda kutip yang tersaru oleh melangsingkan tubuh, acap menjadi jauh panggang dari api efeknya

Puasa memberikan efek revitalisasi sel. Lapar mengaktifkan lysosome untuk mendaur ulang sampah sel. Tapi lapar yang terukur serta dicermati

Lapar yang tidak terkontrol serta dipaksakan terus menerus akan membuat lysosome bergerak mendaur ulang juga sel yang sebenarnya normal

Inilah salah satu alasan penjelas mengapa sistem selular mereka yang kelaparan secara konstan menjadi tidak sehat. Secara fisik pun terlihat

Perhatikan kulit pelaku diet melaparkan diri dalam berbagai bentuk yang cenderung menggelap. Itu pertanda sel-sel tubuh mereka tidak normal

Dari kekurangan oksigen, dehidrasi hingga inefisiensi pasokan kebutuhan sel agar berfungsi normal. Secara general? Penurunan fungsi organ

Lagipula mengandalkan puasa untuk menurunkan berat tubuh secara jangka panjang mudah membuat frustasi. Tubuh punya mekanisme defensif alami

Berupa BMR (Basal Metabolic Rate) yaitu turunkan energi minimal yang diperlu tubuh untuk beristirahat total. Sulit bertahan jangka panjang

Tubuh juga sudah menset standar Metabolic Set yang menjadi kebiasaan menahun. Memutusnya secara drastis tidak menghilangkan settingan itu

Akibatnya Anda mungkin bisa bertahan dalam hitungan waktu singkat hingga beberapa bulan atau sekian tahun, ada titik dimana tubuh menyerah

Itu sebabnya kita sering melihat mereka yang melakukan diet drastis, kehilangan berat dalam waktu singkat, dan kemudian menggemuk kembali

Itu belum menghitung akumulasi kerusakan organ dan sistem tubuh akibat rusaknya sistem selular tubuh. Perlakukan puasa sesuai kodratnya

 

Demikian kibulan ini. Suka sukur, gak suka unfollow. Gak follow bawel? Mudahkan puasa asal-asalan itu dengan campur balsem tiap waktu makan

About Uni Wiwied

Perempuan dan Seorang Istri yang sedang belajar menjadi Enterpreneur, punya usaha membuat Web Marketing, Distro Motor dan Clothing Senang explorasi dengan Canon EOS nya dan sedang belajar hidup sehat dengan Food Combining

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.