Artikel Baru
You are here: Home » Food Combining » Kultweet Erikar Lebang » Luka Usus vs Pola Makan Sehat – by @erikarlebang
Luka Usus vs Pola Makan Sehat – by @erikarlebang

Luka Usus vs Pola Makan Sehat – by @erikarlebang

Luka usus atau secara awam sering dikatakan sebagai koreng usus, borok usus dan lain sebagainya, acap diucapkan tapi logikanya gak jelas

Seringnya lagi orang gak paham kenapa sih bisa terjadi? Well ini sih masalah umum. Mayoritas dunia kesehatan sekarang jarang bahas kenapa?

Males ah bahas kenapa sebab gak diungkit di dunia kesehatan konvensional, langsung to the point aja deh. Yang jadi problem lanjutan di kasus

Pertanyaan yang muncul adalah: “Jadi saya makan apa nih?” Nah disini masalah utama muncul. Memperparah kondisi yang sudah ada

Kita harus paham dulu anatomi-kerja usus secara umum gimana? Usus itu semacam pipa atau terowongan yang dindingnya terus terusan bergerak

Lebih pas pake analogi selang kali ya? Nah, kenapa dinding usus terus gerak? Untuk memijit isinya supaya bisa berjalan dari hulu ke hilir

Jenis makanan! Makanan yang kaya serat adalah makanan yang mudah membuat pipa usus terisi penuh, jadi ototnya mijid dikit, isinya jalan

Pakai aja logika ini. Tabung pasta gigi yang penuh, pasti didorongnya gampang kan?

pasta gigi

Nah bahan makanan ideal kaya serat adalah syarat utama membuat kerja memijit otot usus, disebut peristaltik, itu jadi urusan mudah

Sudah hukum alam, saat organ tubuh fungsinya berjalan lancar, karena dimudahkan, pasti kondisinya sehat. Usus ya mutlak termasuk

Ini contoh gambar usus yang sehat. Ototnya samar, gak bertonjolan. Warnanya juga glossy semi transparan

usus sehat

Nah masalah terjadi, saat gaya hidup dan pola makan kita tidak memenuhi syarat tersebut. Fungsi kerja usus dipersulit. Jadilah terganggu

Saat makanan miskin serat, menggumpal dan tidak membuat ‘terowongan’ usus menjadi penuh. Kerja otot untuk pijit menjadi sangatlah sulit

Saat makanan miskin serat, menggumpal dan tidak membuat ‘terowongan’ usus menjadi penuh. Kerja otot untuk pijit menjadi sangatlah sulit

Pake logika pasta gigi lagi Keras kan pijitan yang dilakukan, supaya isinya bisa keluar? Nah usus juga begitu

pasta gigi susah keluar

Kita semua sudah familiar, otot yang biasa dipaksa bekerja keras berulang akan mengalami penebalan serta pembesaran

otot kerja keras

Kalau terjadinya di otot luar sih, palingan disebut ‘kekar berotot’, bisa dianggap normal. Tapi otot internal seperti usus kekar? Bencana

Ini kurang lebih tampilannya

usus bolong

Ini yang penebalan ototnya, divertikulosis, level dewa, lebih parah

luka usus

Nah kerugian otot dinding usus menebal seperti itu banyak sekali. Kita fokus pada hal yang ditanyakan disini aja ya, luka usus

Karena yang dipijit miskin serat, kecil serta sulit dorong, membuat dinding usus menebal. Karena tebal rentan bersentuhan antar sisinya

Bila berlangsung menahun, persinggungan itu rentan timbulkan luka. Makin lama ya makin parah. Pola makan gak diubah

usus luka

Sedihnya lagi, logika dunia kesehatan konvensional terhadap makan sehat yang lemah, membuat kondisi luka itu makin parah

Salah satunya paham ngaco kalau serat itu membuat kerja sistem cerna terbebani. Paham ini lahir dari logika sederhana yang menyesatkan

“Bila sembelit karena makanannya kurang serat, berarti kalau makanannya kaya serat nanti kerja otot ususnya makin berat” paham ngawur parah

Paham itu jelas bertentangan dengan kondisi realita anatomi-fisilogi usus. Seperti dalam analogi ini

usus odol

Walhasil saran makan penderita masalah sistem cerna, khususnya usus, yang harus diet rendah serat, bukannya memperbaiki malah memperparah

Makanya mayoritas orang yang dideteksi mengalami masalah luka usus di level awal, jadi makin parah, hingga bagian lukanya harus ‘dibuang’

Tahun 1972, seorang ahli kesehatan bernama Neil Painter, Manor Hospital, North London, menabrak tradisi makan rendah serat bagi problem usus

Ia berhasil menyembuhkan 62 dari 70 pasien masalah usus tanpa harus mengkonsumsi obat atau tindakan medis lain seperti operasi

Sekarang sih di cabang kesehatan naturopati-holistik apa yang diterapkan Dr. Painter sudah umum dilakukan dengan tingkat sembuh mengagumkan

Penderita masalah usus malah makanan utamanya dipenuhi buah-sayuran segar kaya serat dan meniadakan makanan rendah serat dari menu

Protein hewani dan bubur jelas tidak masuk kriteria menu makanan penderita masalah usus

Demikian kibulan ini, suka sukur, gak suka unfollow. Luka usus takut makan tinggi serat? Makan angin aja! *jejelin selang pompa ban.

About Uni Wiwied

Perempuan dan Seorang Istri yang sedang belajar menjadi Enterpreneur, punya usaha membuat Web Marketing, Distro Motor dan Clothing Senang explorasi dengan Canon EOS nya dan sedang belajar hidup sehat dengan Food Combining

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.