Artikel Baru
You are here: Home » Food Combining » Kultweet Erikar Lebang » Seputar GERD, Pemicu dan Pencegahnya – by @erikarlebang

Seputar GERD, Pemicu dan Pencegahnya – by @erikarlebang

Kayaknya dulu saya sempet kena deh GERD ini, mungkin gak terlalu parah ya, tapi kecil sempat bolak balik RS urusan sama perut tapi gak jelas sakit apa. Ya balik lagi ke pola makan yang lumayan “cakep” sejak kecil 🙂

Ternyata cara penyembuhannya mudah saja

Adalah pada pola makan. Itu sebabnya penderita GERD yang secara benar (garis bawahi ya, B-E-N-A-R) komit melakukan perubahan pola makan

Simak yuk

Mau cerita dikit tentang GERD, hihi ada yang nuduh saya cuma sok tau dan asbun terkait masalah satu ini. Actually, saya cukup akrab malah

Karena sejak umum 10 tahun hingga pertengahan 20-an, saya idap problem lambung yang mengganggu, dari sekedar akut hingga kronis sesuai usia

Apa sih GERD itu? Singkatan gastroesophageal reflux disease. Apa? Hehe, itu nama kerennya. Reflux itu arti harfiahnya ‘cairan berbalik arah’

Gastro-Esofagus nama lain dari lambung dan kerongkongan (jangan kebalik sama tenggorokan ya). Jadi cairan lambung berbalik via kerongkongan

Cairan lambung? Yang identik tentu saja asam lambung. Memang demikian kondisinya asam lambung secara abnormal merembet naik via kerongkongan

Karena sifat asamnya, asam lambung naik itu menimbulkan rasa yang sangat tidak nyaman hingga menyakitkan bagi penderitanya

Bahkan dalam beberapa kasus, naiknya asam lambung itu menimbulkan luka di sepanjang organ cerna yang dilewatinya. Ini kondisi terburuk

Kenapa ini bisa terjadi? Nah disini menarik, kita bisa memilah: mereka yang percaya pada konsep konvensional GERD biasa masalahnya stagnan

Maksudnya? Ya mereka ada dalam kondisi begitu-begitu saja. Akut, kambuhan. Atau mengklaim sembuh, tapi harus mengkonsumsi obat secara rutin

Dan belakangan harus menerima akibat efek samping akumulasi konsumsi obat berkepanjangan. Jadi sembuh di depan, menderita di belakangnya

Ada penderita GERD yang melakukan hal berbeda, mereka komit mengubah gaya hidup terutama pola makan dan dapati masalah itu hilang sendiri

Secara konvensional, penderita GERD sering dikotomi diri dari penderita penyakit lambung biasa. Karena problemnya dianggap bukan di lambung

Masalah GERD difokuskan pada naiknya asam lambung ke kerongkongan. Jadi dianggap bukan problem lambung biasa. Ada yang fokus pada anatomi

Beberapa penderita GERD dikenal punya problem LES (lower esophageal sphincter) atau cincin kecil pembatas antara kerongkongan-lambung

Fungsinya mirip keran, dia akan menutup saat terjadi aktivitas dalam lambung, dimana lambung bekerja mencerna dan asam lambung aktif

Akan membuka saat kita menelan makanan atau minum, terkadang juga saat kita menelan air liur. Nah di beberapa kasus, cincin ini bermasalah

Dia tidak menutup saat lambung aktif, hingga asam lambung naik. Kalau inget film Pacific Rim, ingat aja pintu dunia untuk Kaiju keluar masuk

Halah kok Kaiju sih? Namanya juga anak jaman sekarang Kalau gue refernya ke pelem Voltus V, pan langsung ketebak umurnya berapa?

Ada lagi problem anatomis Hiatus (hiatal) Hernia, atau bagian lambung yang bocor ‘menembus’ otot diafragma hingga menjorok ke kerongkongan

Karena tonjolan itu akhirnya cincin LES tadi juga tidak bisa berfungsi sempurna. Diluar itu masih ada beberapa penyebab yang dikenal umum

Kontraksi abnormal pipa kerongkongan, pengosongan lambung yang lambat, produksi asam lambung diatas kebutuhan dan lain sebagainya

Secara umum gangguan GERD lebih banyak ditemui saat waktu istirahat atau tidur. Karena posisi tidur yang membuat organ cerna sejajar lantai

Sehingga gravitasi tidak bisa menahan cairan asam lambung naik, ini yang sangat membuat penderita GERD payah, karena tidurnya terganggu

Tubuh sebenarnya punya mekanisme alami untuk atasi problem asam lambung, yaitu menelan liur. Karena punya sifat basa, mampu netralisir asam

Tapi saat tidur, ya otomatis refleks menelan ludah itu tidak terjadi. Diluar masalah tidur, GERD dalam level kronis beri masalah lain

Rasa sakit yang tidak nyaman di seputar dada atau pertemuan dengan rongga perut, kadang terasa seperti panas, makanya disebut “Heart Burn”

GERD juga sering membuat penderitanya mudah merasa mual. Ada lagi problem regugirtasi, atau cairan masam keluar dari kerongkongan ke mulut

Secara konvensional, GERD diobati dengan menduplikasi cara alami tubuh mengatasi masalah asam lambung, menelan ludah. Memberi sifat basa

Obat yang dikenal dengan nama antasida. Ini obat yang paling fenomenal penemuannya di dunia kesehatan. Sampai kini lakunya ampun-ampunan

Banyak yang mengira dengan minum antasida, problem lambungnya sudah teratasi. Benarkah? Sama sekali tidak. Antasida sebenarnya mengganggu

Saya pernah buat kultwit tentang pengaruh buruk antasida bagi kesehatan sistem cerna secara khusus dan kesehatan tubuh secara umum, cari aja

Setelah itu penderita GERD acap diberi diet khusus, umumnya deretan makanan yang harus dihindari, kopi, teh, cokelat, buah masam dan lainnya

Ada juga yang diberi saran banyak kunyah permen karet agar produksi air liur konstan dan tertelan terus menerus. GERD nggak, gigi bolong iya

Tapi dari rentetan solusi itu, apa benar GERD secara total diatasi? Ya tidak. Kalau gak jadi budak antasida seumur hidup, ya diet gak jelas

Dan penderita GERD juga gak banyak berkurang dari waktu ke waktu. Bagaimana dengan solusi lain? Nah harus menerima fakta utama problemnya

Kalau penderita GERD biasa demarkasi diri dari problem lambung biasa, faktanya bahwa asam lambung berlebih asalnya adalah lambung abnormal

Mau gak mau fokusnya harus di produksi asam lambungnya dulu. Bukan pada masalah anatomis seperti LES, kerja lambung lambat tadi semisal

Produksi asam lambung yang tidak normal harus dilihat dulu pemicunya apa? Mau gak mau, suka gak suka kayak mayoritas problem kesehatan umum

Adalah pada pola makan. Itu sebabnya penderita GERD yang secara benar (garis bawahi ya, B-E-N-A-R) komit melakukan perubahan pola makan

Mendapati hidupnya lebih berkualitas serta kehilangan banyak masalah kesehatan dan terutama sekali GERD-nya pun ngikut raib, entah kemana?

Dan obat yang tadinya divoniskan harus dikonsumsi seumur hidup, bisa segera menghuni tempat sampah, karena gak ada alasan untuk diminum

Pola makan bisa berupa , atau yang lebih serius . Intinya fokus ke konsumsi makanan pemicu asam lambung

Pola makan seperti itu amat memperhatikan fungsi fisiologis, terutama sistem cerna. Bukan sekedar menganggap suatu masalah harus dienyahkan

Semisal fungsi asam lambung itu apa? Yang paling utama adalah untuk membunuh invasi jasad renik yang masuk via makanan. Jadi?

Sebenarnya jumlahnya gak perlu terlalu banyak. Hanya secukupnya. Ada lagi fungsi lain? Yang malah sering terlewat penderita GERD adalah ini

Untuk memproduksi enzim pepsin dibutuhkan suasana lambung yang sangat asam. Apa itu pepsin? Minuman soda? Bukan lah, enzim pengurai protein

Saat kita konsumsi banyak makanan yang sejatinya tidak sesuai struktur organ cerna manusia, protein hewani misal, suasana lambung abnormal

Untuk memfasilitasi pepsin, lambung akan buat suasana menjadi sangat asam, produksi cairan itu menjadi berlebihan. Ya lihat saja koneksinya

Pelaku dan akan berusaha menjaga level netral cenderung alkali PH darah sebaik mungkin, istilahnya homeostasis

Agar fungsi organ dan sistem tubuhnya baik, mereka akan banyak mengkonsumsi makanan pembentuk basa, otomatis protein hewani dikurangi banyak

Ya karena gak banyak terpicu produksi pepsin, asam lambung fungsinya sesuai kapasitas normal, jaga serangan luar, produksinya normal

Makanya penderita GERD banyak berkutat pada masalah itu-itu saja, karena salah satu elemen krusial masalah mereka gak ‘dihajar’ sesuai fakta

Jarang penderita GERD diminta kurangi konsumsi protein hewani, ada yang santai lahap daging tiap makan, susu dan turunannya, daging prosesan

Malas makan sayuran segar. Ada lagi kebiasaan yang bikin lebih parah “biarkan diri dehidrasi”, malas minum air putih. Jatuh ketimpa tangga

Pelaku tiga contoh pola makan tadi, memiliki PH darah yang stabil di posisi homeostasis tanpa tubuh banyak upaya mempertahankan, sehatlah

Saya sudah sering buat kultwit kenapa PH darah tubuh harus ada di posisi homeostasis secara ‘santai’? Bukan mati-matian dipertahankan tubuh

Jadi banyak mengkonsumsi makanan pembentuk basa punya fungsi ganda bagi penderita GERD, sisi homeostasis dan turunnya produksi Pepsin

Tanpa banyak harus mempedulikan masalah anatomis-fisiologis terkait LES atau lambatnya pengosongan lambung, masalah GERD hilang sendiri

Kalau terkait Hiatus Hernia, mungkin problem ini harus lebih ditangani serius secara kuratif. Tapi dari luar itu saya masih ada jawabannya

Secara tampilan inilah bentuk problem Hiatus Hernia. Perhatikan bagian lambung yang menembus otot diafragma

CGgvoBkVAAAD4iS

Pencetus tradisi yang saya pelajari BKS Iyengar memberikan jalan keluar, stimulan anatomis terkait masalah ini. Rekayasan bentuk tubuh

Pose back bending dengan alat bantu ini, mampu pisahkan rongga dada-perut sedemikian rupa, kembalikan posisi lambung

CGgwc0bUYAI9YpD

Ini contoh lain lebih sederhana dan mudah dilakukan diaplikasikan murid-murid tradisi di seluruh dunia

CGgwychVIAA2hZw

Mereka yang skeptis bisa saja sangsi dan menganggap treatment sedemikian tidak ilmiah dan bersifat empiris belaka. Ya silahkan saja

Yang pasti pola makan sehat & tradisi sudah umum dijadikan rujukan kesehatan dari sisi berbeda dengan kesehatan konvensional

Demikian kibulan ini, suka sukur gak suka unfollow! Gak follow bawel? Ribet asam lambung? Telen minyak wangi, asem keringet aja bisa ilang

About Uni Wiwied

Perempuan dan Seorang Istri yang sedang belajar menjadi Enterpreneur, punya usaha membuat Web Marketing, Distro Motor dan Clothing Senang explorasi dengan Canon EOS nya dan sedang belajar hidup sehat dengan Food Combining

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.