Artikel Baru
You are here: Home » Food Combining » Kultweet Erikar Lebang » Diare vs Serat – by @erikarlebang

Diare vs Serat – by @erikarlebang

Sekali lagi tentang Diare 

Cermat makan akan membuat daya tahan tubuh kuat. Sesekali makan jorok, atau kemasukan bakteri penyebab diare seperti e-coli, gak masalah. Daya tahan tubuh yang kuat akan ‘menyapu bersih’ bakteri tersebut

Simak yuk :

Paling sebel kalau denger masalah kesehatan sistem cerna, selalu saran yang diberikan kebanyakan ahli kesehatan adalah diet serat

Yang dimaksud adalah “jangan makan apa-apa yang tinggi seratnya, nanti pencernaannya bermasalah”. Sumpah ini saran ngawur berat

Saran yang lahir bukan dari pengetahuan canggih tentang fisiologi tubuh manusia seperti yang disangkakan keluar dari ahli kesehatan

Tapi lucunya dari tebak-tebakan dari ketidak tahuan terhadap ilmu fisiologi tubuh manusia sesungguhnya, terutama seluk beluk sistem cerna

Maksudnya apa? Saran ini lahir salah satunya dari logika bahwa sembelit/konstipasi itu lahir akibat “makanan yang dikonsumsi kurang serat”

Karena ketidak pahaman fisiologi cerna, hukum tadi diterjemahkan, bila sedang diare jangan makan yang berserat nanti diarenya gak berhenti

Saya punya teman ahli kesehatan muda yang senyum-senyum waktu ditodong menjelaskan logika kerja sistem cerna terkait serat. Dia gak paham

Yang masih muda dan baru lululs, ilmunya masih fresh aja senyum-senyum gak tau? Gimana yang sudah senior? Yang sudah lama waktu belajarnya?

Sudah jadi rahasia umum sih, kalau ahli kesehatan konvensional itu pemahaman pola makan sehatnya memprihatinkan, bukan bidang dikuasai

Karena konsentrasi mereka lebih ke sisi pengobatan, kuratif, sementara makan sehat dan logika sistem cerna kaitannya ke perawatan kesehatan

Sayangnya diikuti ilmu gizi konvensional yang pula melenceng konsepnya, lebih banyak membahas hal yang jauh dari perawatan kesehatan

Bukannya membahas makanan yang memenuhi logika kerja sistem cerna, ilmu gizi membahas lebih ke sisi kalori, kandungan makanan dan higienitas

Mari kita bahas logika sesungguhnya tentang serat. Apa sih? Umumnya serpihan sisa makanan dicerna tubuh dalam bentuk terlihat atau tidak

Ada dua jenis serat, larut dan tidak larut. Penjelasan singkat: serat larut punya sifat seperti gel, mengentalkan, mengembang, penuhkan usus

Saat ia masuk darah, serat larut punya fungsi lain, ia mirip dengan karet spons, mampu menyerap mencegah melonjaknya gula darah dari makanan

Sementara serat tidak larut, dia punya fungsi yang lebih spesifik dalam membuat usus menjadi ‘penuh’ menggembung. Memudahkan proses cerna

Mudahnya gimana? Begini, usus punya gerakan memijat supaya apa yang kita makan bisa bergerak dari ujung ke ujung, ‘masuk’ hingga ‘keluar’

Kenapa yang penuh mudah bergerak? Pake logika pasta gigi aja. Mana yang lebih mudah kita keluarkan isinya? Yang penuh atau yang kosong?

Makin penuh pasta giginya, ya makin mudah isinya didorong keluar. Nah makanan kaya serat membuat usus kita mudah ‘memijit’ isinya

Itu sebabnya makanan miskin serat membuat kita sembelit, karena usus kita tidak ‘penuh’ dan gerakan peristaltik susah payah memijit

Jadi blo’on banget pendapat yang mengatakan kalau kita diare, makan makanan berserat malah akan membuat diarenya makin parah. Super blo’on!

Makan kaya serat dalam artian benar, tidak akan pernah susahkan sistem cerna. Sebaliknya malah membuat terjaga terus fungsi dan kondisinya

Makanan kaya serat itu harus benar sumbernya. Buah, sayuran segar, biji-bijian yang dimakan dengan cara benar. Selain itu cairan harus cukup

Makan kaya serat, tapi kurang minum, sistem cerna juga gak leluasa bekerja baik. Minumlah air putih berkualitas dalam jumlah yang cukup

Kopi, teh dan susu tidak termasuk. Mereka malah menyusahkan kerja sistem cerna. Banyak yang tertipu, karena sering terpicu BAB pas minum ini

Tapi terpicunya semu, BAB-nya gak pernah tuntas. Bahkan kopi-teh membuat kerja peristaltik terlemahkan. Apalagi substansi kayak teh hijau

Coba aja andalkan teh hijau untuk BAB, kebutuhan akan menjadi seperti kecanduan, dosisnya nambah terus dan sekali absen, jadi susah BAB

Nantinya ujung-ujungnya substansi yang ada dalam teh, tanin, akan merusak dinding sistem cerna. Rusak total

Balik ke diare. Satu hal lagi yang harus dijelaskan tentang diare, ini mekanisme pertahanan tubuh untuk keluarkan sesuatu yang jadi masalah

Jadi logika kalau lagi diare, langkah pertamanya bukan membuatnya ‘mampet’ atau mengubahnya menjadi solid. Itu mengganggu sistem pertahanan

Mengkonsumsi makanan non serat dengan harapan diarenya akan berubah menjadi solid, itu langkah blo’on lain lagi. Sama super blo’onnya

Diare harus dibiarkan normal. Fasilitasi tubuh dengan bahan dasar, air putih yang cukup dan makanan yang benar, agar tidak kekurangan unsur

Teman saya pernah lagi diare, karena merasa terganggu dan sedang ada proyek besar, dia pergi ke dokter minta ‘dimampatkan’ diarenya

Memang sih diarenya mampet. Tapi apa lacur? Dua hari kemudian malah ambruk. Sakit sekali. Dia bilang “seperti ada yang terjebak dalem perut”

Jadilah dia malah diopname selama berhari-hari dan proyeknya terbengkalai total. Salah satu logika sederhana bila kita mengganggu hukum alam

Tapi ya kalau diare, jangan tenang-tenang saja. Koreksi pola makan harian, kok ya bisa diare? Observasi. Jangan take it for granted

Makanya pelaku dan atau pola makan sehat lain seperti diet alkali, jarang sekali diare, karena mereka cermat makan

Cermat makan akan membuat daya tahan tubuh kuat. Sesekali makan jorok, atau kemasukan bakteri penyebab diare seperti e-coli, gak masalah

Daya tahan tubuh yang kuat akan ‘menyapu bersih’ bakteri tersebut. Jadi kita sehat-sehat saja, selama pola makan harian kita sehat dan baik

Demikian kibulan ini, suka sukur gak suka unfollow. Gak follow bawel? Diare? Lalu diet serat biar mampet? Sekalian aja mampetin pake semen

About Uni Wiwied

Perempuan dan Seorang Istri yang sedang belajar menjadi Enterpreneur, punya usaha membuat Web Marketing, Distro Motor dan Clothing Senang explorasi dengan Canon EOS nya dan sedang belajar hidup sehat dengan Food Combining

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.