Artikel Baru
You are here: Home » Food Combining » Kultweet Erikar Lebang » Dengar Alarm Tubuh – by @erikarlebang
Dengar Alarm Tubuh – by @erikarlebang

Dengar Alarm Tubuh – by @erikarlebang

75760_118532304877850_100001632443898_121350_669784_nSiang tadi mendengar kabar duka dari dunia Lawak Indonesia, kalau Jojon, pelawak yang lucu banget  di eranya. sudah berpulang ke Rahmatullah karena Serangan Jantung, Innalillahi Wa Inna Illaihi Raajiuun.

Jadi teringat KulTweet bang Erikar Lebang tentang Alarm Tubuh. Dimana dikatakan tidak ada yang mendadak, sudah ada alarm tubuh yang berdering kencang yang sering sekali dimatikan dengan berbagai cara. Simak yuk :

Dicurhati teman yang mengenang ayahnya yang wafat mendadak karena sakit jantung. Padahal selama ini sehat-sehat aja. Benarkah sehat?

Seingat saya, dan menurut cerita teman saya juga, mendiang ayahnya mungkin terlihat sehat. Tapi kalau gaya hidup dan fisiknya sih tidak

Dia penikmat kuliner, gak ada waktu berolahraga, dan walau family man, tapi tempramennya mudah naik turun bahkan pada keluarganya sendiri

Balik ke statement teman saya tadi. Apa benar “selama ini sehat-sehat saja?”. Bahas dari sisi umum saja ya, biar aman. Seringnya tidak lho

Tubuh acapkali memberikan tanda peringatan kecil berkali-kali, sebagai alarm pemilik tubuh bahwa “ada sesuatu yang salah” How? Banyak cara

Dada yang sering berdebar tanpa sebab, pusing muncul secara frekuentif, daya tahan tubuh lemah, mudah flu, energi tubuh mudah naik-turun

Banyak lah pokoknya. Dari yang muncul jarang sampai yang munculnya sering. Problemnya, alarm ini disikapi benar-tidakkah oleh pemilik tubuh?

Mematikan alarm tubuh, itu solusi instan tercepat untuk mengatasi masalah. Mirip dengan menyapu debu ke bawah karpet, gak keliatan, bersih!

Nah orang yang dikatakan sehat, kok tau-tau meninggal mendadak? Ini keseharian mematikan alarmnya tidak pernah diperhatikan orang sekitarnya

Pusing? Minum obat sakit kepala segala rupa. Batuk? Ya obat batuk dong! Sakit lambung? Sama, obat ah! Semua sakit diperlakukan seperti itu

Logika bodohnya, rumah yang bolak-balik ‘alarm nyala’ tidak dipedulikan. Suatu saat akan habis riwayatnya waktu disatroni maling!

Bahkan sampai debar jantung yang tidak keru-keruan pun jalan keluarnya adalah darahnya diencerkan atau tekanan darah tinggi distabilkan

Alarm tubuh ‘nyala’ lalu dimatikan, jangan heran kalau mendadak tubuhnya protes dengan sekalian semua fungsinya ikut sekalian ‘dimatikan’

Maka dari itu, lebih sensitif menghadapi tubuh. Perhatikan saat ‘alarm’ bekerja. Sebah pasca makan? Itu alarm, makanan gak disuka tubuh

Jantung berdebar, mudah pusing, perhatikan penyebabnya. Bila ia muncul pasca melakukan sesuatu, hindari hal tersebut. Setidaknya tidak rutin

Tapi bila tidak ada pemicu langsung. Perhatikan kebiasaan Anda. Kopi dan teh semisal. Bila Anda rutin mengkonsumsinya, berhati-hatilah

Ribet amat ya sama badan? Hidup kok gak nikmat? Dimana-mana kalau sayang sesuatu, bukannya kita harus ribet (cermat) dalam menjaganya?

Punya mobil kesayangan misal, pasti dijaga baik-baik kan? Dicuci, servis rutin, dipoles. Bahkan ada yang rela jalan kaki kalau becek. Ribet?

Mosok badan sendiri yang faktor sehat adalah katalisator utama kualitas hidup gak mau dirawat? Gak mau ribet? Mau tunggu semua hilang?

Jadi kalau alarm kecil nyala sering, ya sadar diri aja. Lihat-lihat pemicu. Cek-cek ombak kebiasaan buruk Anda. Jauhi atau hentikan sekalian

Kalau alarm besar sudah nyala? Mendadak black out, pingsan, stroke, serangan jantung atau apa deh? Ya lebih tahu diri lah, koreksi is a must

Jadi konsep ‘meninggal mendadak’ kayaknya harus direvisi ulang. Apalagi kalau tersirat ada nada menyalahkan Tuhan di dalamnya

Demikian kibulan ini, suka sukur, gak suka unfollow. Gak follow rese? Alarm tubuh mati? Coba cari kabel telanjang, setrum deh, kali idup?

About Uni Wiwied

Perempuan dan Seorang Istri yang sedang belajar menjadi Enterpreneur, punya usaha membuat Web Marketing, Distro Motor dan Clothing Senang explorasi dengan Canon EOS nya dan sedang belajar hidup sehat dengan Food Combining

5 comments

  1. nice mbak hhe,
    lengkap banget blognya 😀

  2. thx uni wiwied

  3. boleh gak mbak saya share ke fb artikel2 mba yg bagus ini? pgn berbagi sehat dg sesama…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.